Examine The Meaning Of ‘Travel’ Through The Eyes Of Indonesian Creative Figures

A documentary to experience, explore and extend the feeling

(Bandwagon Asia, Jakarta – 2 February 2017)  MATTER HALO, the Jakarta-based electronic-folk duo consisting of Ibnu Dian (on vocal, guitar, mandolin & panflute) and Ganidra Rai (on bass, vocal & synthesizer), has directed and released their first ever documentary film titled 'Travel Is: The Documentary'.

In collaboration with Lingkaran Pictures, this documentary is a collage of how important traveling is — although sometimes untouched, biased and abstract.

The documentary features a few notable figures from Indonesian creative industries such as Advan Matthew (Photographer), Andra Fembrianto (Director), Ernanda Putra (Founder & Creative Director of Makna Creative), Iqbal Firmansyah (Broadcaster), Joko Anwar (Director), Nana Soedarmadji (Entrepreneur), Neonomora (Musician), Randy Danistha (Musician), and Tuti Alawiyah (Politician).

The documentary will enrich the audience's perspective towards traveling. Ultimately, it is not just about the journey itself. Travel Is: The Documentary is a medium of exploration, existence, and reflection of the reality.

The group was formed in 2008, and they have released 3 EPs and a debut album titled AEROTIVA in 2015 through Frisson Entertainment, which topped the iTunes Indonesia chart on the same day of the release.

They have performed in music festivals such as Java Rockin' Land 2010 and We The Fest 2016 just to name a few. Travel Is: The Documentary is a small celebration of the single 'Travel' in its one year anniversary.

Watch the 15 minutes ‘Travel Is: The Documentary’ here

 
 

Video Klip 'Kamulah Yang Terindah (Tunjukkan Cintamu)' Dari Album Aerotiva

(Frisson Entertainment Asia, Jakarta – 20 Juli 2016) -  Duo Aeronautical Folk asal Jakarta, Matter Halo merilis single dan music video “Kamulah Yang Terindah (Tunjukkan Cintamu)” pada Kamis, 21 Juli 2016. 

 
 

“Kamulah Yang Terindah (Tunjukkan Cintamu)” adalah sebuah lagu yang terdapat dalam album AEROTIVA, album perdana Matter Halo yang dirilis pada tahun 2015 silam. Lagu tersebut diterangkan Ibnu Dian sang vokalis tercipta secara tidak sengaja "Berawal dari pertama kali nyobain alat musik Mandolin secara otodidak sekitar 4 tahun yang lalu, lahirlah demo “Kamulah Yang Terindah (Tunjukkan Cintamu)” dan sekarang menjadi single ke-2 dari album debut kami berjudul AEROTIVA ". 

"Mungkin yang membedakan dari single pertama kami “Travel”, single ini lebih kental terdengar akustik dan perkusif dimana single sebelumnya lebih terdengar elektronik dan RnB, disaat “Travel” bagi kami adalah anthem untuk perjalanan, “Kamulah Yang Terindah” disini menjadi musik sosial untuk kami, kami berharap ini juga bisa menjadi anthem untuk masyarakat berekspresi." lanjutnya. 

Untuk music video dari single tersebut, Matter Halo menggaet Sutradara muda Dian Tamara dan Director of Photography muda bertalenta Bagoes Tresna Adji, yang keduanya juga terlibat dalam music video Matter Halo sebelumnya, “Travel”. “Music video ini merupakan sebuah hasil kaloborasi ide dari saya pribadi sebagai sutradara, Ibnu Dian dan Ganidra dari Matter Halo, serta Bagoes Tresna Adji sebagai DOP. Sebuah ide yang bersama kami ciptakan yang kemudian dilukis melalui format gambar bergerak.” Terang Dian Tamara. 

Mengenai keterlibatan Dian Tamara sebagai Sutradara, Ganidra Rai mengungkapkan “Karena teman kita yang satu ini suka sekali dengan konsep yang ditawarkan oleh Matter Halo untuk music video “Kamulah Yang Terindah (Tunjukkan Cintamu)”, kali ini dia menawarkan diri untuk turun langsung jadi Sutradara". Proses kreatif dibalik music video tersebut juga diungkapkan oleh Ibnu Dian, "Proses kreatif music video, pada awalnya saya sudah menulis keseluruhan cerita dari Album AEROTIVA, setelah itu per-lagu kami kembangkan menjadi suatu visual oleh Matter Halo sendiri, atau teman-teman sutradara yang tertarik”. 

Matter Halo dalam waktu dekat akan tampil di panggung-panggung musik tanah air, salah satunya adalah We The Fest pada Agustus mendatang dan juga akan merilis boxset terbatas yang dinamakan “The Black Box”. 

Video Klip ‘Travel’ Dari Album Aerotiva

(Frisson Entertainment, Jakarta – Januari 20, 2016) – Duo Aeronautical Folk dari Jakarta yang terdiri dari Ibnu Dian (vocalist/guitarist/mandolin) dan Ganidra Rai (bass/backing vocal/synth-bass) yang melabeli diri mereka dengan sebutan Matter Halo resmi merilis video klip Travel pada hari Rabu 20 Januari 2016. Melalui label Frisson Entertainment, video klip Travel sudah dapat dinikmati di kanal Youtube resmi dari Matter Halo.

 
 

Setelah sukses merilis debut album yang berjudul ‘AEROTIVA’ pada bulan Mei 2015, dan berkolaborasi dengan banyak seniman – seniman hebat, kali ini Matter Halo bekerja sama dengan Bagoes Tresna Adji, sebagai director of photography dan diproduksi oleh Lingkaran Pictures. Matter Halo sendiri turut menggarap langsung pembuatan video klip Travel ini, dimana Ganidra Rai bertindak sebagai Visual Effect dan disutradarai oleh Ibnu Dian. Video klip Travel mengambil lokasi syuting di beberapa tempat di Indonesia.

“Travel awalnya adalah lagu yang saya tulis bagai sebuah foto untuk pengalaman pribadi dan orang-orang yang saya temui sewaktu saya tinggal jauh dari negeri sendiri, lalu kami coba re-produce lg saat kembali ke Jakarta. Setelah masuk menjadi salah satu lagu di album pertama, ternyata lagu ini cukup memperkenalkan suasana perjalanan sesuai konsep album Aerotiva itu sendiri. Menurut kami Travel bisa jd cerminan para pendengar karena lagu Travel pun cukup universal untuk didengar, bisa dibilang lagu ini mendeskripsikan pengalaman indah yang bisa dialami semua orang saat mereka travelling kearah yang mereka mau.” Jelas Ibnu Dian.

Single Travel ditulis oleh Ibnu Dian dan Ganidra Rai, diproduksi oleh Bam Mastro (Elephant Kind). Lagu ini diproduksi di dua negara yang berbeda yaitu di Edinburgh, Scotland dan di Jakarta, Indonesia. Memiliki aransemen yang khas dengan nuansa elektronik, dicampur dengan nuansa folk, membuat Travel menjadi single yang sangat khas untuk dinikmati menemani perjalanan hidup kita. Untuk mengoptimalkan pengalaman mendengarkan album ‘AEROTIVA’, Matter Halo sendiri memiliki cara khusus untuk menikmati album ‘AEROTIVA’, dimana cara tersebut sudah bisa dilihat di official instagram Matter Halo di www.instagram.com/matterhalo.

Aeronautical Folk Dalam Album Aerotiva

(Frisson Entertainment, Jakarta –  Mei 08, 2015) – Perkenalkan, duo musisi baru dengan format group-of-duo yang siap memperkaya musik Indonesia, Matter Halo. Nama Matter Halo diambil dari sebuah bintang baru di luar angkasa yang disebut ‘dark matter halo’; kumpulan materi atau komponen galaksi yang berbentuk disk atau lingkaran. Matter Halo menghapus kata ‘dark’ karena bagi mereka itu bisa memberi artian kelam, sedangkan beberapa elemen dalam musik mereka bernuansa sebaliknya. Pemilihan nama ‘Matter Halo’ direfleksikan dalam musik yang tercipta dari filosofi lingkaran dan kehidupan, jadi nama Matter Halo dirasa cocok dan bisa mewakili jenis nuansa musik yang mereka bawakan.

Matter Halo berformasikan dua musisi: Ibnu Dian (vokal/gitar/mandolin/flute) dan Ganidra Rai (bass/synth-bass/backing vocal/floor). Awalnya, band ini terbentuk pada tahun 2009 dengan 5 personel, banyak situasi dan perbedaan kondisi pada saat itu sampai akhirnya formasi menjadi seperti sekarang. Ibnu dan Gani saling kenal dan bermusik semenjak satu sekolah; memiliki banyak kesamaan tentang pemahaman dan selera musik yang membawa mereka berdua sampai sekarang melangkah di bawah nama Matter Halo.

Matter Halo pernah tampil di panggung Java Rockin’land 2010 berkat single ‘Pure Affection’ dari EP pertama yang diperdengarkan kepada salah satu label indie di Jakarta. “Suatu kehormatan untuk kami bisa main di acara yang juga menampilkan international artists seperti Smashing Pumpkins dan Mutemath” Ungkap Ibnu Dian.

 
 

Album perdana Aerotiva akan resmi dirilis secara digital dan physical pada tanggal 15 Mei 2015. Album showcase juga akan diselenggarakan pada tanggal 13 Mei 2015 di LEFTY's SUITE, Foodism Kitchen & Terrace, Kemang - 3rd Floor (For Media and Invitation Only Event), dimana Matter Halo akan memainkan 10 materi lagu yang terdapat di dalam album. Aerotiva dibuka dengan perilisan single pertama berjudul Travel. Travel adalah lagu yang ditulis Ibnu pada masa studinya di Scotland pada tahun 2014. Lagu ini awalnya dia rekam bersama teman-temannya di Edinburgh, Scotland untuk membingkai kenangan saat mereka bertualang menyusuri bukit dan pantai di sisi kota di Edinburgh. Bagi Ibnu makna dari Travel itu sendiri merupakan pengalaman menjalani kehidupan yang belum dia kenal sebelumnya, jauh diluar zona nyaman manusia secara individu. Travel (Official Lyric Video) sudah dapat dinikmati melalui akun Youtube Matter Halo

 
 

Sebelumnya Matter Halo sudah merilis 2 EP, yaitu “The Affection” EP (2010), dengan single “Pure Affection” yang didistribusikan secara independen, kemudian “Pesawat Kertas” EP (2014) dengan single “Kearah Yang Kau Mau” yang bisa didapatkan secara digital melalui iTunes dan Amazon.

Dalam album Aerotiva ini, Matter Halo menyebut genre musiknya Aeronautical Folk; musik ambient yang bisa memberi kesan seperti ‘terbang dan menari di udara’ kepada para pendengar, dan ‘folk’ karena adanya unsur etnik yang merepresentasikan musik khas Indonesia yang mereka tuangkan baik secara musik atau vokal.

Aerotiva sendiri pada dasarnya bercerita tentang perjalanan hidup, naik turunnya kehidupan, yang dianalogikan sebagai sebuah perjalanan pesawat terbang; intro di album ini pun diawali dengan track instrumental bertajuk Soundof Takeoff dan diakhiri dengan lagu Jumpylanding. Gani berharap, ”Aerotiva bisa menjadi soundtrack bagi para pendengar yang sedang berkelana ataupun yang gemar travelling dan bertualang, dan juga ditujukan kepada orang-orang yang masih ragu atau takut untuk mencoba menempuh sesuatu yang baru. Aerotiva merupakan ajakan kepada para pendengar untuk berani memulai melangkah ‘Ke Arah Yang (mereka) Mau’ dengan pembawaan yang positif dan selalu penuh harapan. “Bagi kami, Aerotiva bisa dinikmati di manapun, baik saat kita berpergian ataupun bersantai di rumah”, ungkap Ibnu.

Dalam penggarapan album ini Matter Halo bekerjasama dengan Bam Mastro sebagai music producer. Bam sebelumnya bekerjasama dengan solois Neonomora, Bam juga dikenal sebagai frontman dari band Elephant Kind dan dibantu oleh Adhe Arrio untuk proses mastering. Matter Halo berkolaborasi dengan Ernanda Putra untuk pembuatan album artwork mereka. Menurut Ibnu dan Gani, Ernanda diyakinkan bisa merealisasikan ide kreatif ke dalam desain album mereka. Ernanda dikenal lewat akun instagram pribadinya dari galeri foto yang terkonsep dengan apik, juga Chief Executive dari Makna Creative.

 
 

Berusaha masuk industri musik, Matter Halo optimis dengan masa depan industri ini di Indonesia. Ibnu dan Gani melihat kenyataan bahwa generasi penerus dan para pendengar musik di Indonesia sekarang semakin menghargai produk lokal bersamaan dengan munculnya musisi-musisi Indonesia yang semakin berani dan jujur untuk memberi warna baru. Gani menguraikan harapannya, “Semoga pendengar maupun para pelaku industri musik di Indonesia dapat terus saling mendukung karya anak bangsa satu sama lain.” “Kami punya harapan dan tujuan dalam industri ini, khususnya untuk negara-negara lain, bahwa musik indonesia sebenarnya sangat beragam dan unik yang bisa dinikmati oleh seluruh dunia”, Tutup Ibnu Dian.